Pages

Minggu, 18 September 2016

Ketika Abersean Songai

Minggu, 18 September 2016
PADA akhirnya acara Abersean Songai berhasil dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan. Ia berlangsung tadi pagi, 18 September 2016 di jalur sungai yang membelah Kampung Templek hingga di seberang jalan samping sadelan. Catatan sebelumnya bisa dibaca di posting berjudul; Sebelum Abersean Songai.


Foto dari Group Sudut Kalisat Dokumenter, 18 September 2016

Berikut catatan dari Masbro RZ Hakim mengenai dana yang didapat secara swadaya, dari teman-teman dan dari warga.

Teman-teman, mohon maaf baru sempat online. Atas nama group Sudut Kalisat Dokumenter, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada warga dan sahabat yang turut mendukung kegiatan 'abersean songai' ini dari berbagai sisi. Adapun sumbangan yang sempat kami catat, sebagai berikut;

1. Dari Om Liang, uang sejumlah 50.000
2. Dari Mas Dae, uang sejumlah 50.000
3. Dari Mbak Titi, uang sejumlah 30.000
4. Dari Intan Mode, rokok tiga pak
5. Dari Alex, rokok grendel tiga pak
6. Dari Mas Imron Rosidi, rokok surya 4 pak
7. Dari Niko, kresek
8. Dari Grebeg Sedekah Jember, trashbag atau kresek sampah, serta sarung tangan/handscone. Mereka turut hadir sedari pagi hingga acara rampung, dan sempat pula mengikuti rembug warga --setelah acara ramah tamah
9. Dari Pak Sai'in, dapat kiriman air mineral
10. Dapat kiriman bungkusan mie pangsit dari Mbak Rien
11. Dapat pinjaman tiga HT dari Mas Franky Fardiansyah.

Mengenai konsumsi, Ibu Cun mengkoordinir Ibu-ibu di Kampung Templek untuk iuran --jika tidak keliru satu KK menyumbang 10.000 rupiah-- dan uangnya untuk mempersiapkan makan dan minum, serta camilan lainnya, untuk teman-teman yang mengikuti acara abersean songai.

Catatan: Mohon maaf, saya tak bisa mencatat sumbangan warga yang tidak saya ketahui. Hanya itu yang saya mengerti. Mohon maaf, tapi terima kasih banyak.

Tentang pengeluaran, tadi digunakan untuk beli bensin pick up sebesar 20.000 saja sebab yang punya kendaraan (Erwin namanya) tak bersedia menerima lebih banyak dari itu.

Tadi ada sedikit masalah distribusi sampah. Syukurlah, kemudian teman-teman dari GS Jember berinisiatif untuk menelepon pihak Cipta Karya. Mereka kemudian datang. Oleh teman-teman, sopir diberi uang lelah sebesar 50.000.

Jadi seluruh pengeluaran adalah sejumlah 70.000 rupiah, sedangkan sisa yang masih kami pegang sejumlah 65.000 rupiah.

Tentu tak semua kebaikan dari warga dan sahabat bisa kami tuliskan di sini. Mohon maaf dan terima kasih banyak. Terima kasih atas waktu, tenaga, sumbangan materi, pinjaman alat-alat, dan terima kasih cintanya.

Terima kasih Kampung Templek.


Foto dari Fanpage Sudut Kalisat

Di Fanpage Sudut Kalisat, ada catatan sebagai berikut.

Alhamdulillah, acara abersean songai hari ini telah selesai dilaksanakan. Mulanya, sampah-sampah yang telah terkumpul direncanakan untuk ditaruh di tepi jalan, kemudian akan menunggu petugas pengangkut sampah untuk mengangkutnya.

Dikarenakan sampah yang terkumpul terlalu banyak, maka akan butuh waktu yang lebih lama jika menunggu petugas sampah mengangkutnya.

Beruntung, teman-teman dari Grebek Sedekah Jember bisa langsung menghubungi DPU Cipta Karya untuk mengirim truck pengangkut sampah guna membawa sampah, ke lokasi tempat pembuangan sampah terakhir.

Kami ucapkan pula terima kasih kepada Erwin yang telah meminjamkan pick up warna putih miliknya untuk pengangkutan sampah, sebelum kendaraan dari DPU Cipta Karya datang.

Terima kasih untuk semua yang terlibat dalam acara ini, teman-teman muda Kalisat, seluruh warga Kampung Templek Kalisat dan teman-teman Grebek Sedekah Jember.

Dokumentasi Sudut Kalisat, 18 September 2016


Foto oleh Novliansyah 'Bajil' Pradana Putra

Di jejaring sosial facebook, Masbro RZ Hakim bikin catatan seperti berikut ini.

ABERSEAN SONGAI, itu tema yang diusung oleh muda-mudi Kalisat tadi pagi. Mereka membersihkan satu ruas sungai di sebuah hunian padat bernama Kampung Templek. Ini acara yang digagas anak muda dan disambut baik oleh warga setempat. Tentu saya senang ketika mereka mengajak saya untuk turut bergabung.

Ide warga dimulai dari sebuah group bernama Sudut Kalisat Dokumenter.

Sejak kemarin malam, ada saya rasakan aura gotong royong yang terpancar dari Ibu-ibu Kampung Templek. Mereka melakukan iuran secara suka dan rela, lalu hasilnya digunakan untuk belanja bahan makanan. Esok paginya, Ibu Cun memimpin jalannya 'masak bersama.' Kata orang, kalau Bu Cun yang meracik makanan, rasa dari hasil masakannya sekelas hotel.

Adapun mengenai jalannya acara 'abersean songai' akan saya tuliskan di website LokalKarya, nanti malam bila sempat. Kalau tidak sempat ya kapan-kapan :)

Tampak dalam foto, saya dan Mas Hanan --Grebeg Sedekah Jember-- serta warga Kampung Templek sedang menikmati makanan buah karya Bu Cun dan Ibu-ibu Kampung Templek. Sementara di belakang saya, di balik dedaunan, itu adalah Noveri EP, lelaki tersayang di Tape Ketan dan kemudian di keluarga tamasya. Untuk Mas Hanan, sing sabar yo Mas. Gara-gara 'abersean songai' dompetmu ilang, kintir.

Mata saya merah. Itu bukan karena anggur kolesom, bukan karena alkuma, holi, trek, bukan pula karena selingkuh --sebab istri saya sedang ada acara AJI selama tiga hari. Itu hanya karena saya bangun pagi. Korang tedunga.

*Terima kasih untuk siapapun, dimanapun, baik yang sempat hadir maupun yang ngok-congok'an, dan yang berkirim doa dari jauh. Mator sakalangkong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kedai Doeloe Kalisat © 2014