Pada Mulanya Kedai Doeloe Tak Bernama
Foto di atas adalah ketika pasangan bulan sebelas masih belum lagi kontrak rumah di Kalisat. Diabadikan oleh Frans Sandi, ketika mereka berkunjung ke Kedai pada 11 Desember 2014. Menu yang mereka sukai adalah susu segar Rembangan.
Kedai ini dibuka dengan biasa saja. Tanpa launching, tanpa live music, tanpa apa-apa. Semua berlangsung apa adanya dan alami. Tiga hari kemudian, tepatnya pada 17 November 2014, teman-teman dari kampus Jember datang berkunjung. Mbak Prit menuliskan itu di blog Kari Kecingkul. Link tulisan di bawah ini:
Menghabiskan Setengah Hari di Kalisat
Tepat satu tahun berikutnya, hari ini, 15 November 2015, barulah ia bernama Kedai Doeloe Kalisat. Di hari ini juga, telah terpasang papan nama dengan ejaan yang sama; Kedai Doeloe. Seperti ketika kedai ini dibuka, saat melakukan tasyakuran 1 tahun perjalanan kedai pun, ia berlangsung sederhana. Hanya ada tumpeng kecil, nasi kuning, doa, lalu kami makan bersama-sama.
Dimulai dari langkah pertama, lalu merambat dengan pelan, kami --Kedai Doeloe-- hanya ingin diingat dengan sederhana.
Teman-teman, terima kasih.

